Wednesday, March 18, 2009

Berani gagal

BERANI GAGAL
Minggu, 23 Desember 2007 22:28 wib

Update: 18 Mar 2009 21:52:02 wib
Ditampilkan: 90 kali


“ Belajar dari kegagalan adalah cara meraih kesuksesan, Tidak Pernah gagal berarti tidak pernah menang. Jika anda tidak mengalami kegagalan dan pahitnya kegagalan, anda tidak dapat manisnya kesuksesan “


Yang Dipertuan Agung
Dr . K .Sri Dhamananda Nayake Maha Thera, J.S.M.,Ph.D.Litt.

“Janganlah menilai orang yang mencoba dan gagal, tetapi nilai orang yang gagal mencoba “

“ Sebatang anak tangga bukanlah sebagai tempat istirahat sebelah kaki si pemanjat, tetapi sekedar tempat berpijak sejenak, cukup untuk meletakan kaki sebelah pada tempat yang lebih tinggi “

Alkisah , pada suatu ketika ada seorang lelaki tua bijaksana yang tinggal dipuncak gunung ( tidak kutahu mengapa, tetapi memang menjadi lazimnya bahwa seorang lelaki tua yang bijaksana semestinya tinggal dipuncak gunung ).

Setiap kali penduduk kampung mempunyai masalah, mereka akan mendaki gunung dan meminta nasehat orang tua tersebut.
Suatu hari seorang pemuda cukup sukses ukuran waktu itu memutuskan untuk mendaki gunung dan meminta nasehat orang tua tersebut.

“ Wahai bapak yang bijaksana “, tanya pemuda, “Apakah yang membuat seseorang itu benar-benar unggul?”

Si tua merenung seketika , lalu menjawab, “ Apakah kamu benar-benar ingin tahu?” “ Ya,ya,” jawab si pemuda.”Baiklah,” kata si orang tua.”Aku akan beritahu kamu melalui sebuah cerita.”

“Pada suatu masa ada seorang berbangsa yunani mengidap penyakit yang membawa maut. Karena mengetahui bahwa beliau tidak lama lagi akan mati, beliau menjadi orang pertama yang menyertai tentara apabila negaranya berperang dengan musuh. Dengan harapan agar mati dimedan perang,beliau lalu berjuang , maju di barisan terdepan, tanpa memperhatikan nyawanya. Akhirnya perang usai dan dimenangkan negaranya, beliau masih juga hidup!

Panglimanya begitu kagum dengan kemenangan beliau yang telah memberi sumbangan besar terhadap kemenangan mereka, dan memutuskan untuk menaikan pangkat beliau serta menganugrahkan lencana maupun piagam keberanian dan kehormatan.

Di hari penganugrahan, beliau kelihatan murung dan sedih. Karena keheranan , Si panglima bertanya kepada beliau, “ apa yang meyebabkan kamu bersedih?” Beliau menjawab “aku mengidap penyakit yang mematikan “. Bagaiman dia membiarkan Seorang Pahlawan Seberani itu mati begitu saja? Lalu si Panglima mencari tabib terbaik untuk mengobati sehingga akhirnya beliau sembuh. Namun demikian , sejak saat itu, si Pahlawan yang dahulunya begitu berani tidak lagi dibarisan depan! Beliau senantiasa menjauhkan dirinya dari bahaya, berusaha melindungi nyawanya dan tidak lagi mempertaruhkan nyawanya seperti dahulu.

1 comment:

  1. Keren har ceritanya har..lo bisa buat referensi bukunya Billi P.S.Lim itu diMedia ini. gw juga baca buku itu dan gw jadi semakin yakin bahwa,,"Semakin gelap malamnya, maka semakin terang bintangnya". artinya, jika semakin banyak kita gagal dan mengalami kepekatan dalam hidup kita (ujian, kendala, hambatan, tantangan, maka yakinlah bahwa akan semakin terang bintang kita bersinar kelak

    ReplyDelete